BRMP Sulawesi Barat Dorong Swasembada Pangan Lewat Padi Biosalin
MAMUJU-Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat, Kementerian Pertanian, melaksanakan kegiatan Temu Lapang pada kegiatan Penerapan Inovasi Teknologi Padi pada Lahan Salinitas di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi penerapan teknologi budidaya padi di lahan dengan kadar garam tinggi, sekaligus menjadi forum diskusi dan tukar pengalaman antara petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan pertanian daerah.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Mamuju, Camat Kalukku, Danramil Kalukku, Kepala Desa Beru-Beru, Koordinator BPP Kalukku, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan para Petani setempat. Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat memperkenalkan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan, yang dirancang khusus untuk lahan salinitas.
Sambutan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura dan Peternakan Kab Mamuju Sofyan menyampaikan apresiasi tinggi kepada BRMP Sulawesi Barat. Ia mengaku sangat terkesan sekaligus terkejut dengan adanya varietas padi unggul yang mampu tumbuh di lahan pesisir yang selama ini kerap gagal panen akibat air asin.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selama ini petani di wilayah pesisir sering gagal panen karena air garam merusak lahan. Dengan adanya varietas Biosalin, kami berharap produksi padi di daerah pesisir pantai dapat meningkat dan mendukung kemandirian pangan daerah," ujar Sofyan. Sofyan menambahkan bahwa setelah melihat langsung pertumbuhan padi Biosalin di demfarm, ia yakin varietas ini benar-benar sesuai untuk wilayah pesisir.
Kepala BRMP Sulawesi Barat, Repelita Kallo, menjelaskan bahwa kegiatan demfarm ini merupakan langkah nyata dalam memperkenalkan inovasi teknologi spesifik lokasi dan varietas padi unggul yang sesuai dengan kondisi lahan petani.
Kementerian Pertanian melalui Litbang yang saat ini bernama Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) memiliki banyak inovasi varietas padi spesifik lokasi diantarnya Biosalin. Varietas ini dirancang khusus untuk membantu petani menghadapi tantangan salinitas di lahan mereka," ujar Repelita Kallo.
Varietas Biosalin merupakan padi unggul yang toleran terhadap salinitas dan dirilis berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 894 dan 895 Tahun 2020. Selain tahan terhadap kadar garam tinggi, kedua varietas ini juga agak tahan terhadap hama wereng batang cokelat, penyakit hawar daun bakteri, dan hama blas daun, dengan potensi hasil mencapai 8,75 ton per hektare untuk Biosalin 1 dan 9,06 ton per hektare untuk Biosalin 2. Varietas ini berumur 115–120 hari, memiliki gabah ramping, dan menghasilkan nasi yang pulen, sehingga menjadi pilihan ideal bagi petani pesisir.
Melalui kegiatan Penerapan Inovasi Teknologi Budidaya Padi pada Lahan Salinitas dalam mendukung Swsembada Pangan ini, BRMP Sulawesi Barat berharap teknologi dan varietas yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani. Hal ini diyakini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas padi di wilayah pesisir, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan berkelanjutan di Sulawesi Barat dan Indonesia.
Kami ingin para petani tidak hanya mengenal varietasnya, tetapi juga mampu mengelola lahan salin agar tetap produktif. Ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkas Repelita Kallo.
Dengan diperkenalkannya VUB Padi Biosalin melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat optimistis bahwa petani di pesisir Mamuju akan menghasilkan padi unggul meski menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus membangun kemandirian pangan lokal yang berkelanjutan.